Kedudukan Harta Bersama yang Dihibahkan Ayah kepada Anak

Siti Misnar Abdul Jalil

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat hukum terhadap harta Bersama yang telah dihibahkan orang tua kepada anak dan untuk mengetahui akibat hukum apabila orang tua yang menghibahkan menarik kembali harta gono-gini tersebut. Penulisan ini menggunakan metode penulisan normatif, pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan undang-undang (Statute Approach). Hasil penelitian adalah Akibat hukum harta bersama (gono-gini) yang dihibahkan kepada anak menurut KHI adalah menjadi milik si anak selama pemberian hibah atas harta bersama itu tidak lebih dari sepertiga. Pemberian hibah itu diperhitungkan sebagai warisan dan juga masih dapat ditarik kembali jika harta hibah tersebut masih dalam penguasaan si anak (si penerima hibah). serta Penarikan kembali harta bersama yang dihibahkan kepada anak, dari kasus penarikan/pembatalan hibah pada Pengadilan Agama Kolaka, dapat dilaksanakan apabila harta yang dihibahkan kepada anak itu terbukti tanpa persetujuan dari pihak istri/suami, atau pemberian hibah itu melebihi sepertiga dari jumlah harta bersama. Hal ini mengingat di dalam harta bersama yang dihibahkan itu juga terdapat harta anak-anak yang lain sebagai ahli waris. Di mana sesuai Pasal 210 ayat (2) KHI harta benda yang dihibahkan harus merupakan hak dari penghibah. Selain itu, walaupun hibah orang tua kepada anak dapat ditarik kembali, namun penarikan ini hanya dapat dilakukan apabila harta hibah tersebut masih ada dalam penguasaan si penerima hibah, karena apabila sudah beralih kepada pihak ketiga maka akan timbul derden verzet (perlawanan), dan apabila ada permohonan sita, maka niet bevinding atau tidak diketemukan benda objek perkaranya di lapangan.

Keywords


harta bersama; hibah akibat hukum; harta gono-gini

Full Text:

PDF

References


Buku

Damanhuri, Segi-Segi Hukum Perjanjian Perkawinan Harta Bersama, Bandung: Mandar Maju, 2007.

Fayzee, Asaf A.A., Pokok-Pokok Hukum Islam II, Jakarta: Tintamas, 1961.

Karim, Helmi, Fiqh Muamalah, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1997.

Zainuddin, H., Pelaksanaan Hukum Waris Di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2008.

Zein, Satria Effendi M., Yurisprudensi Peradilan Agama, Dibinbapera dan Yayasan Al- Hikmah, 1995.

Jurnal dan Tesis

Sadat, Anwar, Fungsi Hibah Dalam Memberikan Perlindungan Bagi Kepentingan Anak Pada Pembagian Harta Menurut Hukum Islam dan Hukum Adat (Studi Kasus di Kecamatan Padang Bolak), Tesis, Medan: Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, 2002.

Zahrowati, “Bayi Tabung (Fertilisasi In Vitro) Dengan Menggunakan Sperma Donor dan Rahim Sewaan (Surrogate Mother) dalam Perspektif Hukum Perdata”, Halu Oleo Law Reviwe (HOLREV), Volume 1 Issue 2, September 2017, https://ojs.uho.ac.id/index.php/holrev/article/view/3642/0, diakses pada tanggal 12 Juli 2018, hlm. 197.




DOI: http://dx.doi.org/10.33561/holrev.v2i2.4722

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Halu Oleo Law Review

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



HALU OLEO LAW REVIEW (ISSN: 2548-1762 | e-ISSN: 2548-1754)
has been covered by the following indexers:

BASE (Bielefeld Academic Search Engine) Indonesia OnesearchGarba Rujukan Digital (Garuda) Google Scholar SINTA Scilit
 OpenAIRE WorldCat PKP IndexJurnal HukumOnline.com