Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Moronene dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Muh. Sabaruddin Sinapoy

Abstract


Hutan dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan dan berdasarkan Pasal 1 angka 3 kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan atau disebut sebagai kawasan hutan. Berdasarkan unsur pokok yang terkandung di dalam definisi kawasan hutan, dijadikan dasar pertimbangan ditetapkannya wilayah-wilayah tertentu sebagai kawasan hutan, kemudian untuk menjamin diperolehnya manfaat yang sebesar-besarnya dari hutan dan berdasarkan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat. Terkait dengan keberadaan masyarakat adat suku Moronene yang mendiami sebagian wilayah TN.RAW telah diakui dan dipertahankan keberadaannya secara turun—temurun sebelum wilayah hutannya menjadi Taman Nasional. Eksistensi keberadaan masyarakat suku Moronene tersebut dalam mengeksploitasi kekayaan alam hutan TN.RAW hanyalah untuk mempertahankan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan cara pengetahuan kearifan lokalnya yang didapatkan dari para ”leluhurnya“.

Keywords


kearifan lokal; masyarakat suku Moronene; pengelolaan lingkungan hutan

Full Text:

PDF

References


Buku

Akhmar, Andi M., dan Syarifudin, Mengungkap Kearifan Lingkungan Sulawesi Selatan, Makasar: PPLH Regional Sulawesi, Maluku dan Papua, Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI dan Masagena Press, 2007.

Keraf, Sony, Etika Lingkungan Hidup, Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2010.

__________, Etika Lingkungan, Jakarta: Kompas, 2006.

Marzuki, Peter Mahmud, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005.

Mukti, Abdul, Beberapa Kearifan Lokal Suku Dayak Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam, Malang: Universitas Brawijaya, 2010.

Na’im dan Syaputra (et., al), Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, Dan Bahasa Sehari-Hari Penduduk Indonesia; Hasil Sensus Penduduk,Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2010.

Prawiladilaga, DS,Wawasan Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2012.

Ridwan, Hubungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Dengan Pelestarian Lingkungan Hidup, Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia, 2007.

Shohibuddin, Chapter III discursives trategies and local Power in the Politics of Natural resource Management: The Caseof Toro Village, dalam Gunter Burkard, Michael Fremerey (eds), A Matter of Mutual Survival: Social Organization of Forest Management in Central Sulawesi, Indonesia, Berlin-Deutschland: LIT VERLAG, 2008.

Soemitro, Ronny Hanitijo, Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990.

Suhartini, Modul Pengeyaan Materi Pengelolaan Lingkungan Hidup, Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2008.

Sumarmi dan Amirudin, Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal, Malang: Aditya Median Publishing, 2014.

Wahono, Francis, Pangan, Kearifan Lokal dan Keanekaragaman Hayati, Yogyakarta:Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas-Gunggung Seno Aji, 2005.

Jurnal

Aulia, Tia Oktaviani Sumarna, dan dan Arya Hadi Dharmawan, Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumberdaya Air Di Kampung Kuta, Sodality: Jurnal TransdisiplinSosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia Vol. 4, No. 3, (Diterima 8 November 2010/Disetujui 25 November 2010), 2010.

Djumantri, H. Maman, Ruang Untuk Masyarakat Lokal Tradisional (Masyarakat Adat) Yang Semakin Terpinggirkan, Bulletin On-line Tata Ruang, Kolom Wacana Edisi Mei-Juni 2011, ISSN: 1978-1571, Jakarta: Sekretariat Tim Teknis BKTRNA, 2011.

Hilman, Iman, Kearifan Lokal Masyarakat Hukum Adat Kampung Kuta dalam Melindungi dan Mengelola Lingkungan Hidup, Dalam Kegiatan Konferensi Internasional Budaya Sunda II, Revitalisasi Budaya Sunda: Peluang dan Tantangan Dalam Dunia Global, Gedung Merdeka, Bandung, 19-22 Desember 2011.

Jabalnur dan Nur Intan, Management Model With By In Model Pengelolaan Dengan Pelibatan Masyarakat Adat Pada Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Kabupaten Bombana, Jurnal IusConstituendum Volume 2 Nomor 2 Tahun 2017.

Kosmaryandi, N., Kajian Penggunaan Lahan Tradisional Minangkabau Berdasarkan Kondisi Tanahnya (Study of Minangkabau Traditional Landuse Basedon Its Soil Condition), Media Konservasi, Vol. X. No. 2, 2005.

Moniaga, Sandra, The Indigenousness of the Indigenous Peoples in Indonesia; from whose perspective?, Dalam Makalah No 2-A, Konferensi INFID ke X tentang Tanah dan Pembangunan, Canberra 26-28 April 1996.

Nopandry, Hutan Untuk Masyarakat Pemanfaatan Lestari Hutan Konservasi, Buletin Konservasi Alam, 2007.

Nurman, Zulfan Saam, Thamrin, Kearifan Lokal Masyarakat Talang Mamak Dalam Berladang,E-Journal UNRI,Program Studi Ilmu Lingkungan PPS Universitas Riau, 2014.

Pawarti, Nilai Pelestarian Lingkungan Dalam Kearifan Lokal Lubuk Larangan Ngalau Agung Dikampung Surau Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 2012.

Saam dan Amri, The local Wisdom of lubuk larangan as a conservationeffortoftheSengingiriver, Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan SDA dan Lingkungan di UNDIP Semarang, tanggal 11 September 2012.

Saharuddin, Pemberdayaan Masyarakat Miskin Berbasis Kearifan Lokal, Sodality, 1 April 2009.

Sari, Deni Fatma, Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Melestarikan Batang Aie Lunang Di KenagarianLunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan, Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat, Jurnal Spasial, 2010.

Sartini, Menggali Kearifan Lokal Nusantara Sebuah Kajian Filsafat, Jurnal Filsafat, Agustus 2004, Jilid 37, Nomor 2, 2003.

Setiawan, Heru, Maryatul Qiptiyah, Kajian Etnobotani Masyarakat Adat Suku Moronene Di Taman Nasional Rawa Aopawatumohai, Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol. 3 No.2, Juni 2014, disetujui 27 Juni 2014.

Sufia, Rohana, Sumarmi, Ach. Amirudin, Kearifan Lokal Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup (Studi Kasus Masyarakat Adat Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi), Pendidikan Geografi Pascasarjana-Universitas Negeri Malang-Semarang, Jurnal Pendidikan, Vol. 1 No. 4, April 2016

Sufia, Rohana, Sumarmi, Ach. Amirudin, Pengembangan Media Video Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Kearifan Lokal Untuk SMA, Pendidikan Geografi Pascasarjana-Universitas Negeri Malang-Semarang, Prosiding Seminar Nasional dan Callfor Paper ke-2 “Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”, 2016.

Sugiswati, Besse, Perlindungan Hukum Terhadap Eksistensi Masyarakat Adat Di Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Jurnal PERSPEKTIF Volume XVII No. 1 Tahun 2012 Edisi Januari, Surabaya, 2012.

Suhartini, Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009.

Suryadharma, I, Diktat Kuliah Etnobotani, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta, 2008.

Thamrin, Husni, Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan (The Lokal Wisdom in EnvironmentalSustainable), Kutubkhanah, Vol. 16 No. 1 Januari-Juni 2013.

TOS, Aulia, Dharmawan AH, Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Di Kampung Kuta, Sodality, 2010.

Ulfah, Maria, Irma Rohmawati dan Diah Aprilia, Pemaknaan Masyarakat Promasan Tentang Fungsi Ekologis Hutan Di Wilayah Gunung Ungaran, Jurnal Bioma, Vol. 6, No. 1, April 2017.

Zamzami, Lucky, Dinamika Pranata Sosial Terhadap Kearifan Lokal Masyarakat Nelayan Dalam Melestarikan Wisata Bahari, Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, Juni 2016 Vol. 18, Padang: Universitas Andalas, 2016.

Internet

Kabasan, Hasbullah, Sistem Motasu (Perladangan) Pada Suku Moronene Sulawesi Tenggara, https://hasbullahkabasan92.blogspot.co.id/2018/01/, Selasa, 30 Januari 2018, diakses pada tanggal 22 April 2018.

Lampe,Munsi, Kearifan Lingkungan dalam Wujud Kelembagaan, Kepercayaan/Keyakinan, dan Praktik, Belajar dari Kasus Komunitas-Komunitas Nelayan Pesisir dan Pulau-Pulau Sulawesi Selatan (laporan Penelitian), Lokakarya Menggali Nelayan-Nelayan Kearifan Lingkungan di Sulawesi Selatan. 10 Agustus 2006, http://www.scribd.com/doc/16149372/Kearifan-Tradisional, diakses pada tanggal 23 April 2018.

Putri, Debora Dyah Ayu, Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Jawa Sebagai Bagian Dari Pelestarian Lingkungan,http://jejakjejakhijau.blogspot.co.id/2012/01/, diakses pada tanggal 23 April 2018.

Sugiarto, Dwi Putro, Sejarah Penetapan Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, https://tnrawku.wordpress.com/2012/03/24/sejarah-penetapan-kawasan-taman-nasional-rawa-

aopa-watumohai/, diakses pada tanggal 22 April 2018.

Triawan, Gidion Yuris, Rawa Aopa Watumohai; Taman Nasional Raksasa di Sulawesi, Basecamp Petualang, http://basecamppetualang.blogspot.com/2015/09/rawa-aopa-watumohai-taman-nasional.html, diakses pada tanggal 22 April 2018.

Wikipedia Indonesia, https://id.wikipedia.org/wiki/Suku Moronene, diaksespada tanggal 24 April 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.33561/holrev.v2i2.4513

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Halu Oleo Law Review

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


HALU OLEO LAW REVIEW (ISSN: 2548-1762 | e-ISSN: 2548-1754)
has been covered by the following indexers: