Rancang Bangun Protipe Oven Pengering Rumput Laut Untuk Ukm Di Wilayah Kabupaten Luwu Timur

Muhammad Naim, Burhanuddin Burhanuddin, Dahlia Lapondu, Roslan Roslan

Abstract


Pengembangan industri rumput laut di Indonesia menurut Kementerian Perindustrian (kemenperin) Republik Indonesia memiliki prospek yang cerah karena teknik pembudidayaan rumput laut yang relatif mudah dikusai oleh masyarakat sehingga usaha tersebut dapat dilakukan secara massal. Metode pengeringan yang dilakukan yaitu secara manual dan buatan. Pengeringan secara manual merupakan metode yang memanfaatkan energi panas dari matahari sebagai sumber pengeringnya sedangakan cara buatan salah satunya memanfaatkan sumber panas dari gas LPG sehingga suhu pengeringan dan kelembapannya dapat terjaga dalam ruang pengeringan serta berlangsung secara cepat tanpa menimbulkan kerusakan namun cara ini cukup berat sehingga membutuhkan tenaga yang cukup besar dalam pembuatannya. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah perancangan dan pembuatan prototype oven pengering rumput laut dangan kadar air yang tersisa dengan perbandingan berat 10 bagian berat rumput laut basah menjadi 1 bagian berat rumput laut kering atau dengan kata lain 10:1. Dari hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan prototype oven pengering rumput laut dan berfungsi dengan baik mengeringkan dengan kapasitas 2 kg per proses dengan waktu pengeringan 100 menit jika dibandingkan dengan pengeringan menggunakan panas matahari kapasitas yang sama 2 kg dikeringkan dalam waktu 330 menit sehingga untuk prototipe ini dianggap berhasil.

 

Kata kunci: rumput laut, oven pengering, pengeringan buatan, pemanasan konvensional, kadar air.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33772/djitm.v10i1.4845

Refbacks

  • There are currently no refbacks.