KAJIAN KONTRIBUSI SEKTOR TRANSPORTASI DARAT TERHADAP PENINGKATAN EMISI CO2 SERTA INVENTARISASI KEMAMPUAN SERAPAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA KENDARI

Rajab Jandipo Kaebansiha, Laode Muhammad Golok Jaya, Lukas Kano Mangalla

Abstract


ABSTRAK

 

Tata guna lahan, jaringan infrastruktur jalan dan pergerakan manusia dapat mempengaruhi perkembangan serta peningkatan sistem tranportasi perkotaan. Aktivitas transportasi yang tinggi akan berdampak pada peningkatkan emisi gas buang di udara seperti CO2, CO, HC, CH4, SO2, NO2 dan partikulat yang dapat memicu pencemaran udara.  Apabila tidak di imbangi dengan penambahan kawasan Ruang Terbuka Hijau maka daya dukung penyerapan emisi CO2 menjadi berkurang.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan darat serta daya dukung Ruang Terbuka Hijau dalam menyerap emisi CO2 diKota Kendari. Data primer berupa konsumsi bahan bakar berdasakan penyaluran Terminal Bahan Bakar Minyak di kota kendari, sedangkan luasan Ruang Terbuka Hijau mengacu pada RTH yang dikelola oleh Pemerintah Kota Kendari. Analisis yang digunakan dalam menghitung emisi CO2 adalah metode “tier 1” yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2006, sedangkan analisis kemampuan daya serap RTH  menggunakan data luasan pada setiap jenis tutupan lahan.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan emisi CO2 yang signifikan akibat konsumsi bahan bakar kendaraan di Kota Kendari sejak tahun 2015 sampai tahun 2018, dimana tingkat emisi tahun 2015 sebesar 265.910,92 ton/tahun, sedangkan tahun 2018 mencapai 326.039,40 ton/tahun.  Luas dan daya dukung Ruang Terbuka Hijau existing tidak mampu menyerap keseluruhan jumlah emisi CO2 yang disebabkan oleh konsumsi bahan bakar kendaraan darat, dimana jumlah emisi yang mampu diserap pada tahun 2018 sebesar 267.884,74 ton dari total emisi 326.039,40 ton sehingga Kota Kendari masih membutuhkan RTH seluas 102,9 hektar.

 

Kata kunci: Emisi CO2, Kendaraan Darat, Ruang Terbuka Hijau

 

ABSTRACT

 

[Study Of Land Transportation Contribution On The Improvement Of CO2 Emissions And Inventory Of Ability Of Green Open Space Absorption In Kendari City]. Land use, road infrastructure networks and human movement can enhance the development and improvement of the transportation system. High transportation activities will increase emissions of CO2, CO, HC, CH4, SO2, NO2 and particulate emissions which can increase air pollution. If it is not balanced with the addition of the Green Open Space area, the carrying capacity of CO2 emissions will be reduced.

This study aims to analyze CO2 emissions from land vehicle fuel consumption and carrying capacity of Green Open Space in saving CO2 emissions in Kendari City. Primary data consist of fuel consumption based on the distribution of fuel terminals in the city of Kendari, while the area of the Green Open Space is in accordance with the green space managed by the Kendari City Government. The analysis used in the calculation of CO2 emissions is the "level 1" method issued by the 2006 Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), while the analysis of the capacity of green space absorption uses area data on each type of land cover.

The results of this study indicate a significant increase in CO2 emissions in vehicle fuel consumption in Kendari City from 2015 to 2018, where the level of emissions in 2015 amounted to 265,910.92 tons / year, while in 2018 it reached 326,039.40 tons / year. The extent and carrying capacity of the Green Open Space is unable to reduce the amount of CO2 emissions caused by vehicle fuel consumption, while the amount of emissions that can be absorbed in 2018 is 267,884.74 tons of the total emissions of 326,039.40 tons so that the City of Kendari needs to require green space covering an area of 102.9 hectares.

 

Keywords: CO2 emissions, land transportation, green open space


Full Text:

PDF

References


Afrizal., “Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Untuk Menyerap Emisi CO2 Kendaraan Bermotor Di Surabaya.,” Jurnal Teknik. ITS, vol. Vol. 5, No, 2016.

Bappeda, Laporan Akhir Penyusanan Master Plan Ruang Terbuka Hijau Kota Kendari. Kendari: Bappeda Kota Kendari.

BPS Kota Kendari, Kota Kendari Dalam Angka. BPS Kota Kendari, 2018.

Carolina. L. M, “Penentuan Faktor Emisi Spesifik Untuk Estimasi dan Pemetaan Tapak Karbon Dari Sektor Tansportasi dan Industri di Kabupaten Banyuwangi.,” 2015.

Dahlan. EN, Hutan Kota : Untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup. Jakarta, Indonesia: Penerbit Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI).

Golok Jaya. L. M, “Analisis Perubahan Tutupan Lahan di wilayah Pesisir Teluk Kendari Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi (kurun waktu 2003-2009),” Tek. Sipil, 2013.

IPCC, “Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories,” Energy., vol. 2, 2006.

Izzati.W.M, “Inventarisasi dan Penentuan Kemampuan Serapan Emisi Co2 oleh Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Environmental Engineering,” Environ. Eng. FTSP Inst. Teknol. Sepuluh Nopember., 2015.

Kishor Shrestha. et all, “Carbon Dioxide Emissions by the Transportation Sector and Its Impact on Health in the Kathmandu Valley, Nepal.,” J. Civ. Eng. Archit., 2017.

Putra. A.A, dkk.“Estimasi Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Dengan Metode Transport Road and Research Laboratory (TRRL) Pada Kawasan Senapati Land.,” Tek. Sipil, vol. 10, 2012.

Sutamihardja, Perubahan Lingkungan Global. Bogor, Indonesia: Yayasan Pasir Luhur, 2009.

Sembiring. RK, Demografi. Jakarta, Indonesia: Fakultas Pasca Sarjana IKIP, 1985.

Shashank Bharadwaj. et all, “Impact Of Congestion On Greenhouse Gas Emissions For Road Transport In Mumbai Metropolitan Region,” J. Transp. Res. Procedia . Publ. by Elsevier Ltd., vol. 25, 2017.

S. A. H. Zahabi. et all, “Transportation Greenhouse Gas Emissions and its Relationship With Urban Form, Transit Accessibility and Emerging Green Technologies: A Montreal Case Study.,” J. Procedia - Soc. Behav. Sci. . Publ. by Elsevier Ltd., vol. 54, pp. 966 – 978, 2012.

Undang-Undang No.26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Kemen PUPR, 2007




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/djitm.v11i2.10215

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.