IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENGATASI KEBIASAAN MEMBOLOS SISWA

Satriawan Satriawan(1), La Ode Muharam(2),


(1) Universitas Halu Oleo
(2) Universitas Halu Oleo
Corresponding Author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi layanan konseling kelompok dalam mengatasi kebiasaan membolos siswa di SMA Negeri 2 Watopute. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan pra-eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa dari 58 siswa yang ada di SMA Negeri 2 Watopute. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket kebiasaan membolos. Metode analisis data menggunakan analisis wilcoxon match pair test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dapat menurunkan kebiasaan membolos siswa SMA Negeri 2 Watopute, hal tersebut dapat dilihat dari sebelum perlakuan diberikan persentase siswa membolos yaitu 82,5%,  dan  setelah  pemberian  perlakuan  kebiasaan  membolos siswa menurun menjadi59,51%. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan wilcoxon signed rank dengan taraf signifikan α = 0,05 diperoleh P=0,05 diperoleh Pvalue = 0,028. Pvalue ˂ α (0,028 ˂ 0,05) dengan demikian H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok mampu mengatasi kebiasaan membolos siswa.

 

Kata Kunci: Konseling Kelompok, Kebiasaan Membolos


References


Arikunto, Suharsimi (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik

Fremont, W.P. (2003). School Refusal in Children and Adolescents. American Family Physician. 68(8), 1555-1560.

Santoso, Joko. (2008). Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: Fairuz Media Kartono.

Kartini, Kartono. (1991) Bimbingan Bagi Anak dan Remaja yang Bermasalah. Jakarta: Rajawali Press.

Latipun. (2005). Psikologi Konseling. Malang: UPT UMM.

Mahmudah. (2013). Pengaruh Layanan Konseling Kelompok dengan Menggunakan layanan Konseling Behavior. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bimbingan dan Konseling, Vol. 4.

Mustaqim & Wahib A. (2003). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pidarta, Made. (2013). Supevisi pendidikan Kontekstual. PT. Rieneka Cipta: Jakarta.

Prayitno. (2004). Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Padang: Ghalia Indonesia.

Prayitno dan Erman Amti (2008), Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Rineka Cipta.

Sarwono, J. (2002). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sayid, Muhammad. (2006). Pendidikan Remaja antara Islam dan Ilmu Jiwa. Jakarta: Gema Insani Press.

Sudjana, Nana dan Ibrahim. (2004). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabeta.

Sukardi, Dewa Ketut dan Desak NilaKusmawati. (2016). Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Supriyo. 2008. Studi Kasus Bimbingan Konseling. Semarang: CV. Nieuw Setapak.

Suryosubroto. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Tohirin. (2007). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Usman, Nurdin. (2002). Konteks Implementasi Berbasisi Kurikulum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wibowo, Mungin Eddy. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: Unnes Press.

Winarno, Budi. (2007). Kebijakan Publik Teori dan Proses. Media Presindo. Yogyakarta.

Winkel, WS & MM. Sri Hastuti. (2012). Bimbingan Kelompok di Institusi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 34 times
PDF Download : 28 times

DOI: 10.36709/bening.v4i2.12083

Refbacks

  • There are currently no refbacks.