FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI

Wa Ode Nurtina, Amiruddin Amiruddin, Asmawati Munir

Abstract


Gizi kurang merupakan masalah yang tengah dihadapi saat ini terutama pada balita. Status gizi dapat mempengaruhi status pertumbuhan, kesehatan pada Balita dan apabila tidak ditangani dengan baik maka dapat berakibat buruk pada balita khususnya terhadap gizi balita, Gizi yang baik dapat ditunjang dengan pengetahuan ibu, pendapatan orang tua dan pola makan. Hal ini terjadi karena meskipun tingkat pendapatan orang tua tinggi tetapi tidak disertai dengan meningkatnya pengetahuan ibu tentang gizi serta pola makan yang baik sehingga tidak dapat memberikan pengaruh positif terhadap gizi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan orang tua, tingkat pengetahuan, dan pola makan, merupakan faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Benu-benua Kota Kendari. Jenis penelitian Korelasi dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposif sampling. Besar sampel sebanyak 56 responden. Analisis yang digunakan ada 2, yaitu uji korelasi Spearman dan analisis jalur (path analysis). Hasil analisis statistik untuk hubungan tingkat pengetahuan Ibu dengan Balita Gizi Kurang diperoleh nilai (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan gizi kurang, untuk hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan gizi kurang diperoleh nilai (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan gizi kurang dan untuk hubungan tingkat pola makan dengan gizi kurang diperoleh nilai (p>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pola makan dengan gizi kurang dan untuk hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, pendapatan keluarga dan pola makan dengan gizi kurang diperoleh nilai (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan dan simultan antara tingkat pengetahuan ibu, pendapatan keluarga dan pola makan terhadap gizi kurang dengan pengaruh sebesar 19,53%. Hal ini disebabkan karena pendapatan yang rendah menyebabkan daya beli yang rendah pula, sehingga tidak mampu membeli pangan dalam jumlah yang diperlukan, keadaan ini sangat berbahaya untuk kesehatan keluarga dan akhirnya dapat berakibat buruk terhadap keadaan status gizi balita. Dalam kaitannya dengan status gizi, pendapatan mempunyai hubungan yang erat dengan perubahan dan perbaikan konsumsi pangan.

Kata Kunci: Pengetahuan ibu, Pendapatan orang tua, Pola makan, Gizi kurang


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.