MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X-6 SMAN 1 WAWOTOBI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATERI KESEIMBANGAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHANNYA

Sri Nurlianti Lolonga, Safilu Safilu, Suriana Gende Ede

Abstract


Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X-6 SMAN 1 Wawotobi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Make a Match pada Materi Keseimbangan Lingkungan dan Perubahannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi keseimbangan lingkungan dan perubahannya. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016, di SMA Negeri 1 Wawotobi pada siswa kelas X-6 yang berjumlah 33 siswa. Adapun faktor yang diamati dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas : a) Perencanaan (planning); b) Pelaksanaan (action); c) Observasi dan Evaluasi (Observation dan Evaluation); d) Refleksi (Reflection). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa melalui penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Indikator keterampilan berpikir kritis bertanya dan menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasan pada siklus I berkategori kurang dengan persentase 50%, siklus II meningkat menjadi 75% dengan kategori cukup dan siklus III berkategori sangat baik dengan persentase 100%. Indikator mengobservasi dan mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi pada siklus I berkategori kurang dengan persentase 50%, siklus II dan siklus III masing-masing 75% dan berkategori baik. Indikator membuat dan menentukan hasil pertimbangan pada siklus I, siklus II dan siklus III masing-masing berkategori baik dengan pesentase 75%. Indikator berinteraksi dengan orang lain pada siklus I berkategori cukup dengan persentase 62,50%, siklus II mengalami penurunan yaitu 50% dengan kategori kurang dan siklus III mengalami peningkatan dengan persentase 75% dan berkategori baik. Indikator menyimpulkan pada siklus I sebesar 75% dengan kategori baik, siklus II berkategori kurang dengan persentase 50% dan pada siklus III berkategori baik dengan persentase 75%. Secara keseluruhan keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I berkategori cukup dengan rerata 2,5 persentase 62,50%, siklus II berkategori cukup sebesar 2,6 dengan persentase 65% dan siklus III berkategori baik sebesar 3,2 dengan persentase 80%. Hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I berkategori kurang dengan nilai terendah 25 dan tertinggi 70 dengan rata-rata nilai sebesar 44,54, siklus II berkategori kurang dengan nilai terendah 35 dan tertinggi 75 dengan rata-rata nilai sebesar 55,45 dan siklus III mengalami peningkatan berkategori baik dengan nilai terendah 55 dan tertinggi 90 dengan rata-rata nilai 70,45. Persentase ketuntasan keterampilan berpikir kritis siswa yaitu 76% siswa telah mencapai nilai ≥ 65. 

Kata Kunci : make a match, berpikir kritis


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.