Isolasi dan identifikasi kapang pelarut phosphate dari rizosfer gadung (Dioscorea hispida Dennst) dan bambu (Dendrocalamus asper)

Darwis Suleman, Asrul Sani, Sri Ambardini, Nur Arfa Yanti, Dirvamena Boer

Abstract


Fosfor (P) merupakan hara utama kedua yang membatasi produksi tanaman, namun ketersediaannya di dalam tanah sangat masalah karena reaksi presipitasi dengan Al+3 dan Fe+3 pada tanah masam atau Ca+2 pada tanah alkalin. Selama beberapa tahun terakhir, pemanfaatan mikroba tanah di anggap sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan P untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang pelarut fosfat dari rizosfer bambu dan gadung. Isolasi kapang pelarut fosfat dilakukan pada kondisi in vitro, melalui serangkaian pengenceran dengan menggunakan media Pikovskaya padat. Hasil penelitian diperoleh dua isolat dari rizosfer gadung dan satu isolat dari rizosfer bambu. Namun, hasil uji kelarutan P hanya satu isolat dari gadung yang menunjukkan zona bening di sekitar koloni. Secara kualitatif, kelarutan P bervariasi antara 2,405 dan 2,052 untuk gadung dan bamboo. Analisis numerik-fenetik mengungkapkan bahwa isolat kapang dari gadung terdeteksi sebagai Talaromyces aculeatus dengan indeks kesamaan 100% dan isolat kapang dari bambu teridentifikasi sebagai Fuzarium proliferatum dengan indeks kesamaan 89,7% dibandingkan dengan kapang acuan.

Kata kunci : Asam organik, kapang, phosphate,  pelarut, rizosfer


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33772/bpa.v7i2.10564

Refbacks

  • There are currently no refbacks.