KEPADATAN SPONS PADA EKOSISTEM LAMUN KAITANNYA DENGAN PARAMETER OSEANOGRAFI DI PERAIRAN DESA KASWARI KABUPATEN WAKATOBI

. Nasrawati, . Ira, . Asmadin

Abstract


Padang Lamun merupakan tempat hidup bagi beragam organisme, salah satunya adalah spons.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman jenis spons dan lamun di perairan Desa Kaswari Kabupaten Wakatobi serta hubungan kepadatan spons dan persentase tutupan lamun kaitannya dengan parameter  oseanografi.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-November 2020 dengan lokasi di perairan Desa Kaswari Kabupaten Wakatobi. Metode Penelitian ini menggunakan metode transek kuadran dengan ukuran 1x1 m.  Pengamatan dilakukan di tiga stasiun penelitian yang diambil berdasarkan tipe substrat dasar perairan yang berbeda.  Analisis keterkaitan antara kondisi spons dan lamun terhadap beberapa parameter oseanografi dianalisis menggunakan Analisis Komponen Utama (AKU).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis spons yang ditemukan yaitu Agelas citrina, Agelas conifera, Amphimedon viridis, Clathria reinwardti, Chondrilla caribensis, Haliclona oculata dan Tectitethya crypta. Jenis lamun yang ditemukan yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides dan Cymodocea rotundata.   Hasil studi menunjukkan bahwa persentase tutupan lamun sebesar 76.50, 51.83 dan 41.00% memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap kepadatan spons sebesar 7.47, 6.17 dan 4.60 ind/m². Semakin tinggi persentase tutupan lamun menunjukkan semakin tinggi kepadatan spons. Parameter oseanografi seperti kecepatan arus memiliki hubungan berbanding terbalik (berpengaruh) terhadap kepadatan spons dan persentase tutupan lamun.

Kata Kunci : Spons, lamun, parameter oseanografi, perairan Kaswari, Wakatobi.


Full Text:

PDF

References


Appadoo C., Sandeep S B dan Daniel M. 2011. Study of Physico - Chemical Parameters Affecting The Distribution Of Sponge Xestospongia Exigua (Phylum Porifera, Class Demospongiae) in a Northern Lagoon of Mauritius. Journal of Environmental Research and Development. Vol. 5 (3A): 741-748.

Aryono T H., Muhammad H., Hadiyanto., Agus B dan Rikoh M S. 2018. Shallow Water Sponges Along the South Coast of Java, Indonesia. Biodiversitas. Vol 19 (2): 535-543.

Bannister R., Battershill C dan De Nys R. 2012. Suspended sediment grain size and mineralogy across the continental shelf of the Great Barrier Reef: impacts on the physiology of a coral reef sponge. Cont. Shelf Res. 32: 86–95.

Bella I S dan Aunurohim. 2013. Struktur Komunitas Spons Laut (Porifera) di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Jurnal Sains dan Seni Pomits .Vol. 2 (2): 2337-3520.

Billy T., Wagey dan Webi S. 2013. Variasi Morfometrik Beberapa Jenis Lamun di Perairan Kelurahan Tongkeina Kecamatan Bunaken. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. Vol 3(1):36-44.

Brower S dan JE Zar JH. 1997. Field and Laboratory Method For General Ecology. Wm, C Broun Publishing Dubukue. Lowa. Hal 151- 169.

COREMAP-LIPI. 2014. Panduan Monitoring Padang Lamun. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta.

De Voogd N J., Becking L E dan Cleary D F R. 2009. Sponge Community Composition in the Derawan Islands, NE Kalimantan, Indonesia. Marine Ecology Progress Series Vol. 396:169–180.

De Voogd N J., Cleary D F R., Hoeksema B W., Noor A dan Van Soest R W M. 2006. Sponge Beta Diversity in the Spermonde Archipelago, SW Sulawesi, Indonesia. Marine Ecology Progress Series 309: 131-142.

De Voogd NJ, Daniel F R C. 2008. An Analysis of Sponge Diversity and Distribution at Three Taxonomic Levels in the Thousands Islands/ Jakarta Bay reef complex, West-Java, Indonesia. Marine Ecology 29: 205-215. ISSN 0173-9565.

De Voogd NJ. 2005. Indonesian sponges: biodiversity and mariculture potential [Disertasi]. Netherlands: University of Amsterdam.

De Voogd, N.J. & Van Soest R W M. 2002. Indonesian Sponges of the Genus Petrosia Vosmaer (Demospongiae: Haplosclerida). Zool. Med. Leiden 76 (16) 30 ix : 193-209. ISSN 0024-0672.

Effendi H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta (ID): Kanisius.

Haedar., Baru S & Ratna D P. 2016. Potensi Keanekaragaman Jenis dan Sebaran Spons di Perairan Pulau Saponda Laut Kabupaten Konawe. Jurnal Sapa Laut. Vol 1 (2): 1-9.

Happy I S., Ricky R dan Marindah Y I. 2018. Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Kondisi Padang Lamun di Perairan Timur Pulau Bintan Kepulauan Riau. Jurnal Segara Vol.14 (1): 1-10. ISSN : 1907-0659.

Haris A., Shinta W., Sulaiman G dan Andry M. 2014. Komposisi Jenis dan Kepadatan Sponge (Porifera: Demospongiae) di Kepulauan Spermonde Kota Makassar. Biota Vol. 19 (1): 36-42. ISSN: 0853-8670.

Hooper J N A and Rob W M V S. 2002. Systema Porifera A Guide to the Classification of Sponges. Queensland (AU): Kluwer Academic/ Plenum Publ. New York.

Hutomo M & Anugerah N. 2014. Panduan Monitoring Padang Lamun. Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta: PT. Sarana Komunikasi Utama.

Ira, Oktama D, Juliati. 2012. Kerapatan dan Penutupan Lamun pada Daerah Tanggul Pemecah Ombak di Perairan Desa Terebino. Provinsi Sulawesi Tengah. Aquasains. 1:90-95.

Irfan M M. 2018. Hubungan Morfotipe Lamun dan Spons di Perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Bogor: Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Remya T A., Thomas., Devanand P., Kavlekar dan Ponnapakkam A. Loka Bharathi. 2010. Marine Drugs from Sponge-Microbe Association—A Review. Marine Drugs. 8: 1417-1468. ISSN 1660-3397.

Rizki P I & Yuni E H. 2018. Artikel Tinjauan: Aktivitas Antikanker Spons Laut Kelas Hexactinellida. Farmaka Suplemen. Vol. 16 (2): 347-352.

Samira M I., Dietriech G B., Ocky K R & Mujizat K. 2016.Komposisi dan Aktivitas Antibakteri Spons Laut dari Ekosistem Lamun yang Berbeda di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. Vol. 8 (2): 729-745.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung. Alfabeta.

Suharyanto. 2008. Distribusi dan Persentase Tutupan Sponge (Porifera) pada Kondisi Terumbu Karang dan Kedalaman yang Berbeda di Perairan Pulau Barrang Lompo, Sulawesi Selatan. Biodiversitas. Vol 9 (3): 209-212. ISSN: 1412-033X.

Suparno., Dedi S., Neviaty P Z & Rachmaniar R. 2009. Transplantasi Spons Laut Petrosia Nigricans. Ilmu Kelautan. Vol 14 (4): 234-241. ISSN 0853-7291.

Tebaiy S., Fredinan Y., Achmad F dan Ismudi M. 2014. Struktur Komunitas Padang Lamun dan Strategi Pengelolaan di Teluk Youtefa Jayapura Papua. Jurnal Segara. Vol 10 (2): 137-146.

Webster N S. 2007. Sponge disease: a Global Threat. Environmental Microbiology Vol. 9 (6): 1363–1375.

Triatmodjo B. 1999. Teknik Pantai. Beta Offset. Yogyakarta.

Wulff J L. 2008. Collaboration Among Sponge Species Increases Sponge Diversity and Abundance in a Seagrass Meadow. Journal Marine Ecology. 29: 193-204.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4.15499

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E-ISSN : 2503 - 0396