VARIASI SPASIAL DAN TEMPORAL TERHADAP KOMPOSISI JENIS IKAN YANG BERASOSIASI PADA EKOSISTEM MANGROVE DESA LAMONTOLI KECAMATAN BUNGKU SELATAN

Rusham Muhu, Muhammad Ramli, Wa Nurgayah

Abstract


Ekosistem mangrove merupakan daerah spawning, nursery ground dan tempat berlindung bagi berbagai jenis ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan pada ekosistem mangrove berdasarkan fase bulan gelap, ¼ bulan terang, bulan terang, ¼ bulan gelap dan untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap komposisi jenis ikan. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Desa Lamontoli selama satu bulan dengan 4 kali pengambilan sampel. Ikan yang ditangkap menggunakan jaring insang dengan mata jaring 1,5 inci. Data dianalisis dengan melihat indeks keanekaragaman, dominansi dan keseragaman. Selama penelitian ditemukan 1.086 ekor ikan yang terdiri dari 15 spesies dan 10 famili. Secara berturut-turut, ditemukan 142 ekor, 152 ekor, 355 ekor dan 86 ekor pada fase bulan gelap, ¼ bulan terang, bulan terang, dan ¼ bulan gelap. Pada ekosistem mangrove dengan kerapatan tinggi, nilai keanekaragaman ikan berada pada kategori sedang pada fase bulan gelap dengan nilai (H'=2,512), keseragaman tinggi pada fase ¼ bulan gelap (E=1,148) dan dominansi tertinggi pada fase 1/4 bulan terang (C=0,176) dan keanekaragaman terendah pada fase ¼ bulan gelap dengan nilai (H'=1,919), keseragaman terendah pada fase ¼ bulan terang (E=0,873) dan dominansi terendah pada fase bulan gelap (C=0,090). Pada ekosistem mangrove dengan tingkat kerapatan sedang, keanekaragaman tertinggi pada fase bulan gelap dengan nilai (H'=2,217), keseragaman tertinggi pada fase ¼ bulan gelap (E=1,103) dan dominansi tertinggi pada fase 1/4 bulan gelap (C=0,222) dan keanekaragaman terendah pada fase ¼ bulan gelap dengan nilai (H'=1,755), keseragaman terendah pada fase ¼ bulan terang (E=0,941) dan dominansi terendah pada fase bulan gelap (C=0,137). Secara umum keseragaman jenis cukup tinggi dan menunjukan bahwa tidak ada jenis ikan yang mendominasi serta penyebarannya merata. Tingginya kelimpahan ikan sangat dipengaruhi oleh kerapatan mangrove dan perbedaan fase bulan.

Kata Kunci : Komposisi Jenis Ikan, Mangrove, Fase Bulan, Perairan Desa Lamontoli.


Full Text:

PDF

References


Alongi DM. 2009. The energetics of mangrove forests. Springer, Australia

Ardhana, I.P.G. 2012. Ekologi Tumbuhan. Udayana University Press. Universitas Udayana. Denpasar.

Barletta, M., A. Barletta-Bergan, U. Saint-Paul, & G. Hubold. 2003. Seasonal changes in density, biomass, and diversity of estuarine fishes in tidal mangrove creeks of the lower Caeté Estuary. Mar. Ecol. Prog. Ser. 256:217–228.

Blaber, S. J. M. 1997. Fish and fisheries of tropical estuaries. Chapman & Hall. London

Brower JE, Zar JH & von Ende CN. 1990. Field and Laboratory methods for general ecology. 3rd edition.Wm. C. Brown Publishers. Dubuque, IA.

Carpenter, K.E., V.H. Niem. 1999a. FAO species identification guide for fishery purposes. the living marine resources of the Western Central Pacific. Vol. 3. Batoid Fishes, Chimaeras and Bony Fishes part 1 (Elopidae to Linophrynidae).

Carpenter, K.E., V.H. Niem. 1999b. FAO Species identification guide for fishery purposes. The Living Marine Resources of The Western Central Pacific. Vol. 4. Batoid Fishes part 2 (Mugilidae to Caragidae).

Chaerani, N. 2011. Kerapatan, Frekuensi dan Tingkat Penutupan Jenis Mangrove di Desa Coppo Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Collette, B.B., 2003. Famili Belonidae Bonaparte 1832-needlefishes. Calif. Acad. Sci. Annotated Checklists of Fishes.16: 22.

English, S., C. Wilkinson and V. Baker, 1994. Survey Manual for Tropical Marine Resources. Published on Behalf of the ASEAN-Australia Marine Science. Townswile. pp 367.

Fachrul, M.F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. BumiAksara. Jakarta.

Firhansyah. 2005. Pola Kebiasaan Makanan (Food Habits) Famili Mugilidae yang Tertangkap dengan Pukat Pantai (Beach Seine) di Muara Sungai Hanyar

Gundermann N., Popper D.M., Lichatowich T. 1983. Biology and Life Cycle of Siganusvermiculatus (Siganidae, Pisces). Pacific Sci. 37 (2): 165-180

Halidah. 2007. Ekosistem Mangrove dan Peranannya dalam Kelestarian Kawasan Pantai. Info Hutan. 4.

Harahap,N. 2009. Pengaruh Ekosistem Hutan Mangrove Terhadap Produksi Perikanan Tangkap. Studi Kasus Di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci.) XI (1): 100-106.

Huang, L., D. Huang, Z. Wu, B. Kang, Z. Chen. 2016. Temporal Variation of Fish Diversity and Assemblages and their Associations to Environmental Variables in the Mangrove of Qinzhou Harbor, Guangxi Province, China. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences, 16: 297-310.

Hutomo M. dan M. H. Azkab. 1987. Peranan Lamun di Lingkungan Laut Dangkal. Oseana, 12(1): 13-23.

Hogarth PJ. 2007. The biology of mangroves and seagrasses - Second edition. Oxford University Press, New York.

Ikejima, K., Tongnunui, P., Medej, T., Taniuchi, T., 2003. Juvenile and Small Fishes in a Mangrove Estuary in Trang Province, Thailand: Seasonal and Habitat Differences. Estuarine, Coastal and Shelf Science 56 (34), pp447-457.

Ismen A. 2005. Age, growth, and reproduction of the goldband goatfish Upeneus moluccensis (Bleeker, 1855) in Iskenderun Bay, the Eastern Mediterranean. Journal of Zoology Turkey. 29: 301-309.

Kartawinata, K., S. Adisoemodiharjo dan I. G. M. Tantra. 1979. Status Pengetahuan Hutan Bakau Indonesia. Prosiding Seminar Ekosistem Mangrove. LIPI-MAB: 21 – 39. Jakarta.

Karuwal, J. dan A. Bagafih.2016. Pengaruh Periode Hari Bulan Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Teri (Stelophorus spp) Dan Kaitannya Dengan Faktor Fisik Perairan Pada Bagan Perahu. Jurnal Agroforestri XI Nomor 3: 177-187.

Kathiresan, K dan Bingham, B. L. 2001. Biology Of Mangroves and Mangrove Ecosystems. Advances in Marine Biology. Vol. 40 (81-251).

KLH. 2004. Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove. Jakarta: Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.201.

Latuconsina H, Nessa MN, Ambo-Rappe R.2012. Komposisi spesies dan struktur ko-munitas ikan padang lamun perairanTan-jung Tiram-Teluk Ambon Dalam.Ilmu danTeknologi K elautan Tropis,4(1): 35-46.

Manoharan J, Gopalakhrisnan A, Varadharajan D, Thilagavathi B, Priyadharsini S. 2012. Stomach content analysis of Terapon jarbua (Forsskal) from Parangipettai

Coast, South East Coast of India. Advances in Applied Science Research, 3(5): 2605-2621.

Marasabessy, M.D. 1991. Penelitian Budidaya Ikan Samadar (Siganus Canaliculatus) di Pulau-Pulau Kai Kecil, Maluku Tenggara. Eds Perairan Maluku Tenggara. Ambon: Balitbang Sumberdaya Laut, Puslitbang Oseanografi LIPI. Hlm : 35-41.

Merryanto, Y. 2000. Struktur Komunitas Ikan dan Asosiasinya dengan Padang Lamun di Perairan Teluk Awur Jepara. [Tesis] Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Hlm 39–46.

Noor, Y. R, M. Khazali, & I N.N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PKA/Wi-IP, Bogor. viii + 220 p.

Odum, E. P. 1993 Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta, Gajah Mada University Press.

Ono,R. and D.J. Addison. 2009. Ethnoecology and Tokelauan fishing lore from Atafu Atoll, Tokelau. SPC Traditional Marine Resource Management and knowledge Information Bulletin 26: 3 -22.

Reis-Filho,J.A., F.Barros, J.D.A.C.D.C. Nunes, C.L.S.Sampaio, and G.B.G.D. Souza. 2010. Moon And Tide Effects On fish Capture In A Tropical Tidal flat. Journal of the Marine Biological Association of the United Kingdom, page 1 of 9

Redjeki, S. 2013. Komposisi dan Kelimpahan Ikan di Ekosistem Mangrove di Kedung malang Jepara. Ilmu Kelautan, 18(1): 54-60.

Rejeki, S., Irwani., F.M. Hisyam. 2013. Struktur komunitas ikan pada ekosistem mangrove di Desa Bedono, Sayung, Demak. Jurnal Buletin Oseanografi Marin, 2 : 78 – 86.

Robertson, AI. & SJM. Blaber. 1992. Plankton, epibenthos and fish communities. In: Robertson AI, Alongi DM (eds) Tropical mangrove ecosystems. American Geophysical Union, Washington, DC, p 173–224.

Satria, G.G.A. dkk,. 2014. Kelimpahan Jenis Teripang Di Perairan Terbuka Dan Perairan Tertutup Pulau Panjang Jepara, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro. Semarang.

Septiarusli IE. 2010. Ekosistem Mangrove di Jawa Barat.

Setyawan, A. D. 2002. Ekosistem Mangrove Sebagai Kawasan Peralihan Ekosistem Perairan Tawar dan Perairan Laut. Enviro. 2 (1) : 25-40.

Setyono DED & Susetiono. 1990. Pengaruh jenis makanan terhadap pertumbuhan anakan beronang (Siganus canaliculatus). Perairan Maluku dan Sekitarnya, 4:64-70.

Simanjuntak CPH, Zahid A. 2009. Kebiasaan makanan dan perubahan ontogenik makanan ikan baji-baji (Grammoplites scaber) di Pantai Mayangan, Jawa Barat. Jurnal Iktiologi Indonesia, 9(1): 63-73.

Soemodihardjo S. 1977. Beberapa Segi Biologi Hutan Payau dan Tinjauan Singkat Komunitas Mangrove di Gugusan Pulau Pari. Oseana 3(4-5): 24-32.

Suryawan, F. 2007. Studi Kondisi Vegetasi Dan Kondisi Fisik Kawasan Pesisir Serta Upaya Konservasi Di Nanggroe Aceh Darussalam. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Tampubolon, P.A.R.P., Y. Ernawati dan M.F. Rahardjo.2018. Keragaman Iktiofauna Muara Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat. Berita Biologi 17(1): 39-48

Widiadmoko, W. 2013. Pemantauan Kualitas Air Secara Fisika dan Kimia di Perairan Teluk Hurun. Bandar Lampung: Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4.15493

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E-ISSN : 2503 - 0396