STUDI KELIMPAHAN BENIH LOBSTER (PANULIRUS SPP.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK OSEANOGRAFI DI PERAIRAN DESA RANOOHA RAYA KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN

Idul Fitriansyah, Muhammad Ramli, La Ode Alirman Afu

Abstract


Siklus hidup lobster terdiri dari beberapa stadia dan setiap stadia dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Lobster berukuran benih menyerupai lobster dewasa namun belum memiliki kulit luar keras dan belum mengandung zat kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan benih lobster (Panulirus spp.) berdasarkan karakteristik oseanografi. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2019 di Perairan Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data karakteristik oseanografi dilakukan secara in situ sedangkan pengumpulan data kelimpahan benih lobster menggunakan alat kolektor benih lobster yang dikenal dengan nama “pocong” pada tiga stasiun pengamatan dengan tiga kali ulangan. Suhu perairan berkisar 29-30 ̊C, salinitas 29-34 ppt, kecerahan 58-93%, kecepatan arus 0.08-0.09 m/det, pH 7-8 dan DO 5.3-5.73 mg/L. Karakteristik osenografi tersebut masih sesuai untuk kehidupan benih lobster. Jenis lobster yang tertangkap di lokasi penelitian adalah benih lobster mutiara (Panulirus ornatus) dan benih lobster pasir  (Panulirus homarus). Kelimpahan benih lobster yang tertinggi pada lokasi penelitian untuk jenis lobster  mutiara  (Panulirus ornatus) mencapai 69.85% dan benih lobster pasir (Panulirus homarus) mencapai 44.58%. Karakteristik oseanografi yang mempengaruhi kelimpahan benih lobster adalah suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, pH dan DO.

Kata Kunci: Benih lobster, kelimpahan, karakteristik oseanografi, Desa Ranooha Raya.    


Full Text:

PDF

References


Capeleman. 2015. Sountheast Asia Crustacean and Mollusca Identinfication. (Online). Tersedia di Laman: http://capeleman.blogspot.com/p/southeast-asia-crustacean-and-mollusca.html. Diakses pada Tanggal 15 April 2015.

Erlania, Radiarta, N. dan Sugama, K. 2014. Dinamika Kelimpahan Benih Lobster (Panulirus spp.) di perairan Teluk Gerupuk, Nusa Tenggara Barat: Tantangan Pengembangan Teknologi Budidaya Lobster. Jurnal Ris. Akuakultur Vol. 9 (3): 475-489.

Hamuna B., Tanjung H.R, R.,Suwito.,Maury K.H., Alianto. 2018. Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Di Perairan Distrik Depapre, Jayapura. Jurnal Ilmu Lingkungan. Vol. 16(1): Hal 35-43.

Hasriyanti., Syarif, E., Madatuang. 2015. Analisis Karakteristik Kedalaman Perairan, Arus dan Gelombang di Pulau Dutungan Kabupaten Barru. Jurnal Scientific Pinisi. Vol.1(1). Hal 44-54.

Ikhsan, M., Yusnaini., Idris, M. 2019. Pengaruh Jenis Pakan Segar Terhadap Pertumbuhan Biomassa Calon Indukan Lobster Batik (Panulirus longipes) yang Dipelihara pada Dasar Perairan. Media Akuatik. Vol. 4(1). Hal. 25-33

La suriadi., Yusnaini., Agus, K. 2017.Pengaruh Jenis Pakan Segar Terhadap Pertumbuhan Biomassa Calon Induk Lobster Batik (Panulirus longipes). Media Akuatik. Vol. 2(2). Hal. 360-367.

Megawati, C., Yusuf, M., dan Maslukah, L. 2014. Sebaran Kualitas Perairan Ditinjau Dari Zat Hara, Oksigen Terlarut dab pH di Perairan Selatan Bali Bagian Selatan. Jurnal Oseanografi, Vol. 3(2): 142-150.

Nugraini, D, P., Suprapto, D., Wahyu, P, P. 2014. Karakteristik Fisika Kimia Perairan Habitat Bivalvia di Sungai Wiso Jepara. Journal Of Maquares. Vol. 3(4). Hal 141-146.

Nugraini, D, P., Suprapto, D., Wahyu, P, P. 2014. Karakteristik Fisika Kimia Perairan Habitat Bivalvia di Sungai Wiso Jepara. Journal Of Maquares. Vol. 3(4). Hal 141-146.

Pratiwi, R. 2013. Lobster Komersial (Panulirus spp.). Jurnal Oseana, Vol. 38 (2): 55-68.

Puspitasari R, & Natsir M,S. 2016. Kualitas Lingkungan Untuk Menunjang Budi Daya Biota Laut di Perairan Lombok Barat. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Salim, D., Yuliyanto., Baharuddin. 2017. Karakteristik Parameter Oseanografi Fisika-Kimia Perairan Pulau Kerumputan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Jurnal Enggano. Vol. (2). Hal. 218-228.

Setya, M, A., Hendrarto, B., Wahyu, P, P. 2014. Distribusi Kelimpahan Fitoplankton dan Klorofil-A di Teluk Sekumbu Kabupaten Jepara Hubungannya dengan Kandungan Nitrat dan Fosfat di Perairan. Vol. 3(2). Hal. 138-147.

Simajuntak M. 2007. Oksigen Terlarut dan Oksigen Terlarut dan Oksigen Apparent Oxygen Utilization Apparent Oxygen Utilization di Perairan Teluk Klabat, Pulau Bangka. Ilmu Kelautan UNDIP. Vol. 12(2): Hal 59-66.

Thangaraja, R. dan Radhakrishnan, E.V. 2012. Fishery and ecology of the spiny lobster Panulirus homarus (Linnaeus, 1758) at Khadiyapatanam in the southwest coast of India. J. Mar. Biol. Ass. India, 54(2), 69-79.

WWF Indonesia. 2015. Perikanan Lobster Laut, Panduan Penangkaan dan Penangkapan. Gedung Graha Simatupang. Tower 2 unit C, Lantai 7 Jalan Letjen TB Simatupang Kav. 38 Jakarta Selatan 12540.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4.15492

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E-ISSN : 2503 - 0396