Keragaan Spesies dan Seks Rasio Kepiting Bakau (Scylla sp) Berdasarkan Kerapatan Mangrove di Muara Sungai Wawoone, Konawe

Rosmiati Rosmiati, La Sara, Yusnaini Yusnaini

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan spesies dan rasio kelamin kepiting bakau (Scylla sp) berdasarkan kerapatan mangrove di Muara Sungai Wawoone, Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018. Lokasi penelitian dibagi dalam 3 stasiun menurut kerapatan hutan mangrove, yaitu: Stasiun I – hutan mangrove rapat (1.500 ind/Ha), stasiun II – hutan mangrove sedang (1000 - < 1.500 ind/Ha), dan stasiun III – hutan jarang/rusak (< 1000 ind/Ha). Alat tangkap yang digunakan untuk sampling kepiting bakau adalah bubu berbentuk bulat sebanyak 15 unit pada setiap stasiun. Semua sample yang diperoleh dari setiap stasiun dicatat, diidentifikasi spesiesnya, jenis kelaminnya berdasarkan morfologi abdomennya, diukur lebar karapasnya menggunakan caliper (ketelitian 0,1 mm) dan ditimbang bobot tubuhnya menggunakan timbangan elektronik (ketelitian 1 g). Setiap spesies dan jenis kelamin dihitung jumlahnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa S. serrata mendominansi spesies lain pada semua kondisi kerapatan hutan mangrove. Sex rasio S. serrata menunjukan jantan lebih banyak jumlahnya dibandingkan jenis kelamin betina yang diduga bahwa jenis kelamin betina sudah bermigrasi ke laut lebih dalam untuk memijah. Spesies lainnya walaupun jumlahnya sedikit tetapi masih tetapi menyenangi kondisi hutan mangrove di perairan ini.

Keywords


Seks Rasio, Keragaan spesies, Kepiting bakau (Scylla sp) dan Kerapatan mangrove

Full Text:

PDF

References


Avianto I, Sulistiono, Setyobudiandi I. 2013.

Karakteristik habitat dan potensi kepiting bakau

(Scylla serrata, S. transquaberica, dan S.

olivacea) di hutan mangrove Cibako, Sancang

Kabupaten Garut Jawa Barat. Jurnal ilmu

perikanan dan sumber daya perairan. Aquasains.

(1): 97 - 106.

Dineshabbu AP, Shridhara B. Muniyappa B. 2008.

Biology and exploitation of the blue swimmer

Crab, Potrunus pelagicus (Linneaus,1758) from

south Karnataka coast, India, Indian Journal Fish.

(3): 215 - 220.

Gita RSD. 2016. Keaneka ragaman jenis kepiting

bakau (Scylla spp.) di Taman Nasional Alas

Purwo mangrove crab diversity (Scylla spp.) in

Alas Purwo national Park. Jurnal Biologi dan

Pembelajaran biologi 1(2): 148 - 161.

Hubatsch-Albert H, Lee, YS, Meynecke Jan O, Diele

K, Nordhaus I, Wolff M. 2015. Life-history

moment, and habitat use of Scylla serrata

(Decapoda, portunidae): current knowledge and

future Challengs. Review Paper. Hydrobiologia

DOI 10. 1007/s 10750-015-2393-z.

Keenan CP, Davie PJF, and Mann DL, 1998. A

Revision of the genus Scylla the Haan, 1833

(Crustacea, Decapoda, Brachyura, Portunidae).

The Raffles Bulettin Of Zoologi 1998 46(1): 217

- 245.

Krebs CJ. 1989. Ecological methodology. University

of British of Columbia. Harper Collins.

Publisher, New York.

Kumalah AA, Yusli Wardiatno, Isdradjad

Setyobudiandi dan Achmad Fahrudin. 2017.

Biologi populasi kepiting bakau Scylla serrata-

Forsskal 1775 di Ekositem mangrove Kabupaten

Subang, Jawa Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi

Kelautan Tropis. 9 (1): 161-184.

La Sara. 2001a. Habitat and some biological

parameters of two species of mud crab Scylla in

Southeast Sulawesi, Indonesia. In: Proceeding of

the JSPS-DGHE International Symposium on

Fisheries Science in Tropical Area. Carman O.,

Sulistiono, Purbayanto A., Suzuki T., Watanabe

S., Arimoto T. (eds), TUF International JSPS

Project Vol. 10, Konan Minato-ku, Tokyo, Japan,

pp. 341-346.

La Sara. 2001b. Ecology and fisheries of mud crab

Scylla serrata in Lawele Bay, Southeast

Sulawesi, Indonesia. PhD Dissertation,

University of the Philippines in the Visayas, 198

pp.

La Sara. 2010. Studi on the size structure and

population parameters of mud crab Scylla serrata

in Lawele Bay, Southeast Sulawesi, Indonesia.

Journal of Coastal Development. 13(2): 133 -

La Sara. 2014. Habitat Characteristic and Relative

Abundance of The Mud Crab Scylla serrata

(Forskal, 1975) in Lawele Bay, Southeast

Sulawesi, Indonesia. http://www.egejfas.org. Ege

J Fish Aqua Sci 31(1): 11 - 18.

La Sara, Muskita W H, Astuti O, Safilu, 2016. The

Reproductive biology of blue swimming crab

Portunus pelagicus in Southeast Sulawesi waters,

Indonesia. AACL Bioflux 9(5): 1101 - 1112.

Le Vay L. 2001. Ecology and management of mud

crab Scylla spp, Asian Fisheries Science 14: 101

– 111.

Nazar F. 2000. Karakteristik habitat dan kaitannya

dengan keberadaan tiga jenis kepiting bakau

(Scylla olivacea, S. tranquebarica, dan S.

serrata) di perairan Karang Anyar, Segara

Anakan, Cilacap Jawa Tengah. (Thesis). Bogor:

Program Pascasarjana IPB. Bogor. 129hal.

Saida S. dan Sofia LA. 2016. Pengembangan usaha

pembesaran kepiting bakau (Scylla spp) melalui

sistem silvofushery. Jurnal Hutan Tropis 4(3):

- 272.

Sazra AS, Rasheed AA, Ansari. 2008. Study on the

Mangroves Ecosystem in Maldives. Global

Journal of Enviromental Research 2 (2): 84-86.

Siahainenia, L. 2008. Bioekologi kepiting bakau

(Scylla spp) di ekosistem mangrove Kabupaten

Subang Jawa Barat. Disertasi. Sekolah

Pascasarjana IPB. Bogor.

Soegianto A. 1994. Ekologi kwantitatif metode

analisis komunitas, Surabaya : Usaha Nasional.

Sunarto, Sulistiono, Isdradjad S. 2015. Hubungan

jenis kepiting bakau (Scylla spp) dengan

mangrove dan substrat di tambak silvofishery

Eretan, Inramayu. Jurnal Marine Fisheries 6(1):

-68.

Tongdee N. 2001. Size distribution, sex ratio and size

at maturity of mud crab (Scylla spp.) in Ranong

Province, Thailand. Asian Fisheries Science 14:

– 120.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jsipi.v3i2.9978

Refbacks

  • There are currently no refbacks.