Pengaruh pengkayaan Daphnia sp. menggunakan astaxanthin terhadap kualitas warna merah ikan Cupang Halfmoon (Betta splendens, Regan 1910)

Dony Prasetyo, Hany Handajani, David Hermawan, Iqbal Fuhaira

Abstract


Betta splendens adalah salah satu jenis ikan hias yang mempunyai daya tarik dan nilai ekonomis pada kualitas warna yang dimunculkan dari tubuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian pakan hidup yang diperkaya dengan astaxanthin Carophyll© red dapat meningkatkan kualitas warna merah pada ikan cupang halfmoon merah serta untuk mengetahui dosis Carophyll© red yang memberikan nilai optimal bagi warna ikan cupang. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis Carophyll© red yang diperkaya melalui Daphnia sp. dengan 5 perlakuan 5 ulangan : 0 g (kontrol); 0,25 g L-1; 0,5 g L-1; 0,75 g L-1 dan 1 g L-1. Ikan yang digunakan adalah ikan cupang halfmoon dengan warna yang seragam. Pengamatan yang dilakukan selama 28 hari meliputi kualitas warna yang dilakukan dengan menggunakan alat color reader, perhitungan jumlah konsumsi Daphnia sp. selama pemeliharaan, pertumbuhan panjang, bobot yang dihasilkan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan cupang optimal dengan dosis 0,25-0,5 g L-1. Namun peningkatan warna bersifat temporer. Tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan berat mutlak. Pengkayaan Dapnia sp. dengan Carophyll© red dapat mingkatkan konsumsi pakan dan sintasan ikan Cupang.


Keywords


Astaxanthin, Color reader, Cupang, Pigmen merah.

Full Text:

PDF

References


Agus M, Yusufi T, Nafi B. 2010. Pengaruh perbedaan jenis pakan alami daphnia, jentik nyamuk dan cacing sutera terhadap pertumbuhan ikan Cupang hias Betta splendens. Pena Akuatika 2 (1): 21-29.

Ambati RR, Phang SM, Ravi S, Aswathanarayana RG. 2014. Astaxanthin: sources, extraction, stability, biological activities and its commercial applications-a review. Marine Drugs 12 (1): 128-152.

Atmadjaja J. 2009. Panduan lengkap memelihara cupang hias dan cupang adu. Penebar Swadaya. Jakarta.

Barus, Suranta R, Usman, Syammaun, Nurmatias, Nurmatias. 2014. Pengaruh kon-sentrasi tepung Spirulina platensis pada pakan terhadap peningkatan warna ikan Maskoki (Carassius auratus). Aquacoastmarine 5(4).

Budi S, Intan R, Leko N, Tantu AG. 2013. Pengaruh ekstrak Cabe Merah Capasicum annum terhadap pigmentasi, kadar Leukosit dan pertumbuhan ikan Cupang Betta spelendes pada dosis yang berbeda. Konfernsi Akuakultur Indonesia. 301-307.

Buwono. 2000. Kebutuhan asam amino essensial dalam ransum pakan ikan. Kanisisus. Yogyakarta. Hal 24-39.

Gouveia L, Rema P, Pereira O, Empis J. 2003. Colouring ornamental fish (Cyprinus carpio and Carassius auratus) with micro-algal biomass. Aquaculture Nutrition 9: 123-129.

Jagruthi C, Yogeshwari G, Anbazahan SM, Mari LSS, Arockiaraj J, Mariappan P, Sudhakar GRL, Balasundaram C, Harikrishnan R. 2014. Effect of dietary astaxanthin against Aeromonas hydrophila infection in common carp, Cyprinus carpio. Fish and Shellfish Immunology 41 (2): 674-680.

KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) Stasiun Karantina Ikan Kelas I Sultan Thaha Jambi. (2001). Laporan Penyampaian Data Lalu Lintas Tahun 2010 Stasiun Karantina Ikan Kelas I Sultas Thaha Jambi. Jambi: 6 hlm.

Mardya S, Sulmartiwi L, Andriyono S. 2017. Penambahan mikroalga merah Porphyridium Cruentum pada pakan terhadap kecerahan warna ikan Cupang (Betta splendens). Journal of Aquaculture and Fish Health 6 (1): 41-47.

Meiyana M, Minjoyo H. 2011. Pembesaran Clownfish (Amphiprion ocellaris) di bak terkendali dengan penambahan astaxanthin. Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut. Lampung. Hal 1-8

Melianawati R, Astuti NWW, Slamet B. 2012. Pola pertumbuhan larva ikan Kerapu Raja Sunu (Plectropoma laevis) Lacepede, 1801 dan tingkat konsumsinya terhadap zooplankton rotifer (Brachionus plicatilis). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis 4: 217-228.

Nugroho RA, Manurung H, Saraswati D, Ladyescha D, Nur FM. 2016. The effects of Terminalia catappa L. leave extract on the water quality properties, survival and blood profile of ornamental fish (Betta sp.) cultured. Biosaintifika 8 (2): 240-247.

Sitorus AMG. 2015. Pengaruh konsentrasi tepung astaxanthin dalam pakan terhadap peningkatan warna ikan Maskoki (Carassius auratus). Skripsi. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan USU. Medan.

Song X, Wang L, Li X, Chen Z, Liang G, Leng X. 2016. Dietary astaxanthin improved the body pigmentation and antioxidant fuction, but not the growth of discus fish (Symphysodon spp.). Aquaculture Research 48 (4): 1359-1367.

Sukarman, Hirnawati R. 2014. Alternatif karotenoid sintesis (astaxantin) untuk meningkatkan kualitas warna Ikan Koi (Carassius auratus). Widyariset 13 (3): 337-342.

Utomo NBP, Carman O, Fitriyati N. 2006. Pengaruh penambahan Spirulina platensis dengan kadar berbeda pada pakan terhadap tingkat intensitas warna merah pada ikan Koi Kohaku (Cyprinus carpio L.). Jurnal Akuakultur Indonesia 5(1): 1-4.

Weeratunge WKOV, Perera BGK. 2016. Formulation of a fish feed for goldfish with natural astaxanthin extracted from shrimp waste. Chemistry Central Journal 10 (44)

Weningsari E. 2013. Pengembangan agribisnis ikan Cupang di Kelurahan Ketami Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Jurnal Manajemen Agribisnis 13(1).

Yandes Z, Affandi R, Mongkogita I. 2003. Pengaruh pemberian selulosa dalam pakan terhadap kondisi biologis benih ikan Gurami (Osphronemus gourami lac). Jurnal lktiologi Indonesia 3(l): 27-33.

Yulianti ES, Maharani HW, Diantari R. 2014. Efektivitas pemberian astaxanthin pada peningkatan kecerahan warna ikan Badut (Amphiprion ocellaris). E-jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan 3 (1): 313-318.




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jsipi.v4i1.11071

Refbacks

  • There are currently no refbacks.