KARAKTERISTIK TATA RIAS DAN BUSANA PADA TARI LULO DI SANGGAR ANASEPU KOTA KENDARI

Majid; I Ketut Suardika; Yazid

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui karakteristik tata rias pada tari lulo, 2) Untuk mengetahui kesesuaian penggunaan busana tari lulo dengan tata rias. Karakteristik tata rias dan busana pada tari Lulo merupakan unsur pendukung berupa alat makeup mulai drai lipstick, bedak, dan lain-lain. Tata riasa berguna sebagai pendukung konsep atau peran yang dibawakan oleh penari agar tercipta suasana pertunjukan yang sempurna yang meliputi; 1) pemakaian alas bedak, 2) pemakaian bedak padat, 3) tahap mengukir alis, 4) Pemakaian ayeshadow, 5) Pemakaian ayeshadow dan concealer, 6) Pemasangan bulu mata, 7) Pemakaian lipstick dan pemasangan konde. Karateristik busana pada tari Lulo meliputi babu ngawi atau baju penari Wanita, sarung penari Molulo wanita, tabere (ikat pinggang) dan kapinda (sandal) yang digunakan para penari Lulo wanita. Sedangkan karakteristik busana pada penari pria yaitu babu kandiu (baju pria), Saluaro (celana panjang), Sawu Ndolaki (sarung Tolaki), Pabele (topi) dan Kapinda (sandal). Gerakan tari Lulo yaitu; 1) Moese artinya gerakan tangan atas dan ke bawah, 2) Molakoako artinya bergerak kearah kanan dan kekiri, 3) Nilulo-lulo artinya gerakan kaki menginjak-nginjak, hal tersebut merupakan karakteristik tari Lulo menggambarkan kesederhanaan, kebersamaan dan kegembiraan. Tari Lulo juga menggambarkan masyarakat Tolaki dalam menjalani kehidupan sehari-harinya selalu saling menghormati, saling menghargai satu sama lain, selalu bergotong royong, dan sampai menjadikan seni sebagai media gotong royong, bahkan sampai menjadikan seni sebagai media masyarakat untuk berkumpul dan melaksanakan aktivitas kesenian Lulo.

Keyword: Karakteristik; Lulo; Tata Rias;


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jpsb.v4i2.7825

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya have been indexed on: