MITOS DALAM CERITA RAKYAT MUNA (SUATU KAJIAN SASTRA)

Taslim Dalma, La Niampe, La Ode Sahidin

Abstract


Abstrak: Tesis berjudul “Mitos dalam Cerita Rakyat Muna” dilatar belakangi bahwa cerita rakyat merupakan bagian dari sastra lisan yang mengandung berbagai gagasan dan penuh nilai (makna) yang bermanfaat bagi pembacanya maupun pendengarnya. Cerita rakyat pada masa kini banyak menjadi bahan pelajaran di sekolah, namun cerita rakyat yang diajarkan banyak yang berasal dari provinsi lain, padahal di Sulawesi Tenggara terkhusus Kabupaten Muna terdapat beberapa cerita rakyat berbalut mitos yang dapat dikembangkan sebagai bahan pelajaran. Dengan demikian maka menarik untuk dilakukan penelitian dengan rumusan masalah adalah “bagaimana makna mitos dalam cerita rakyat Muna dengan menggunakan semiotik Roland Barthes?”. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan makna mitos yang ada dalam cerita rakyat Muna berdasarkan analisis semiotik Roland Barthes dan mendeskripsikan relevansi mitos dalam cerita rakyat Muna terhadap pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data  yaitu informan di Kabupaten Muna yang berjumlah 3 orang yang bernama La Nasi, Wa Kia, dan Wadudu. Data berupa yakni lima cerita rakyat yakni cerita rakyat (1) La Toasari, (2) KentaWandiudiu, (3) TendiBheBaizulzaman, (4) Wa DeKokanda, dan (5) MieNokodosaneWewi. Cerita kemudian dianalisis dengan menggunakan semiotik Roland Barthes yang menghasilkan makna mitos dalam beberapa kode. Kode hermeneutik di antaranya adalah mengenai makna “bidadari” tentang keindahan. Kode simbolik di antaranya adalah “bambu” yang bermakna keluarga besar. Kode kultural di antaranya adalah “karia” sebagai sarana untuk pendidikan anak. Kode proaretik di antaranya adalah aib “hamil di luar nikah” yang menyebabkan seorang ayah membuang anaknya.

 

Kata Kunci: Mitos; Cerita Rakyat; Muna; Semiotik Roland Barthes


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.