KEBERTAHANAN KOSAKATA KERUMAHAN DALAM KONTEKS BAHASA MORONENE DI KABUPATEN BOMBANA

Arifin Arifin, Asrun Lio, La Ino

Abstract


Abstak: Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana tingkat kelangsungan hidup kosakata perumahan di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana? (2) Faktor-faktor apa yang memengaruhi tingkat kelangsungan hidup kosakata perumahan? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Menjelaskan dan menganalisis tingkat kelangsungan hidup kosakata perumahan Bahasa Moronene di Kabupaten Bombana (2) Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup kosakata perumahan Bahasa Moronene. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 4 (empat) teknik berbeda, yaitu: (1) tes, (2) teknik observasi langsung, (3) wawancara dan (4) studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dari 200 kata perumahan yang disajikan, 98 kata dikuasai oleh lebih dari 50% informan dan 108 kata dikuasai oleh kurang dari 50% dari informan. Berdasarkan tren ini, dapat disimpulkan bahwa 49% dari kosakata perumahan selamat, tetapi 51% tidak. Dengan demikian, secara umum, kosakata tempat tinggal dari Bahasa Moronene tampaknya tidak bertahan lama. Sejumlah faktor diketahui mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup termasuk faktor alam, sosial, budaya dan ekonomi.

 

Kata Kunci: Kelangsungan Hidup; Kosakata; Bahasa Moronene


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.