Model Kolam Pengendapan (Settling Pond) untuk Mengatasi Padatan Tersuspensi pada Pengelolaan IPAL Kegiatan Penambangan

Ardianto Larawa, Marwan Zam Mili

Abstract


Air limbah dalam kegiatan penambangan pada umumnya banyak mengandung padatan terlarut yang dapat menyebabkan degradasi kualitas lingkungan. Upaya untuk mengurangi degradasi kualitas lingkungan dalam kegiatan penambangan tersebut, dibutuhkan kolam pengendapan yang dirancang sesuai dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kolam pengendapan yang dirancang secara fisika terdiri dari dua kolam yaitu kolam penangkap sedimen dan kolam kontrol. Model kolam pengendapan yang direncanakan mengacu pada Baku Mutu Lingkungan (BML) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2006 dimana kandungan padatan tersuspensi (TSS) untuk kegiatan penambangan 200 mg/l. Curah hujan rencana daerah penelitian sebesar 121,03 mm/jam dihitung dengan distribusi Log person Type III. Hasil perhitungan Debit air limpasan dengan menggunakan data curah hujan harian Kecamatan Pomalaa diperoleh 0,105 m3/detik dan kapasitas kolam pengendapan sebesar 377,98 m3. Kecepata pengendapan untuk sedimen berukuran pasir 0,014 m/detik, debu 0,007 m/detik dan liat 0,0002 m/detik. Hasil hitungan kapasitas kolam pengendapan menunjukan sudah layak secara teknis, namun untuk sedimen berukuran liat belum dapat mengendap dengan baik. Olehnya itu perlu dibuat kolam pengaman (safety pond) yang merupakan bagian dari kolam pengendapan dengan tujuan agar padatan tersuspensi dapat terendapkan dengan baik. Volume atau kapasitas kolam pengendapan (settling pond) berdasarkan hasil hitungan adalah 377,98 m3. Namun, untuk mengendapkan padatan tersuspensi maka kapasitas kolam pengendapan yang direkomendasikan adalah 570 m3.

Kata Kunci: Kolam Pengendapan, Padatan Tersuspensi, Kecepatan Pengendapan,Kolam Penangkap Sedimen,Kolam Pengaman


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.