Ketersediaan Kelembagaan dalam Pengembangan Usahatani Rumput Laut (Eucheuma spinosum) di Desa Kawite Wite Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna

Ramadan Ramadan, La Ode Alwi, Wa Ode Yusria

Abstract


This research aims to know and identify the institutional conditions are available and knowing the strategies of the community in case of institutional infrastructure limitations in the development of farming seaweed. The type of the data being used is the primary data and secondary data. Data analysis using the method of analyses tabulations and descriptive and analysis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results showed that (1) the availability of the institutional in the development of farming seaweed consisting of capital providers, information providers, and the institutions of providing inputs. The institution that provides capital in the development of seaweed farming in Kawite Wite Villagenamely collecting merchants. Institutions that provide information namely collecting merchants and extension officers, and institutional agencies providing input namely collecting merchants. The priority of the strategy can be done by farmers who do the farming of seaweed in Kawite Wite Village, Kabawo Subdistrict Muna Regency is a strategy 1 (one), namely the Human Resource training and development strategy for farmers worth 12.096. While on strategy 2 (two) as a strategy to optimize the results of production worth 11.311 and strategy 3 (three), namely expanding network marketing strategy valued at 10.685.


Keywords


Institutional; Development Strategy; Seaweed

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2006. Budidaya Rumput Laut. Sinar Harapan. Jakarta.

Arturo Israel, 1990.Pengembangan Kelembagaan, Pengalaman Proyek-proyek Bank Dunia. LP3ES. Jakarta.

Aslan, L.M 1991. Seri Budidaya Rumput Laut. Kanisius. Yogyakarta.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 2011. Potensi wilayah sulawesi tenggara. Kendari.

Badan Pusat Statistik (BPS), 2008. Sulawesi Tenggara dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Kendari.

Badan Pusat Statistik (BPS), 2016. Sulawesi Tenggara Dalam Angka. Badan Pusat Statistik, Sulawesi Tenggara. Kendari

Chen, K.Z. & Duan, Y. 2000. Competitiveness of Canadian agri-food exports againts competitors in asia. Journal of International Food & Agribusiness Marketing, 11(4) : 1980-971

David, F. R., (2004), Manajemen Strategis, Edisi Bahasa Indonesia, Penerbit Gramedia, Jakarta.

Dinas Kelautan Dan Perikanan, 2001. Laporan Tahunan. Sulawesi tenggara. Kendari.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPB KKP). 2004a. Pedoman Umum Budidaya Rumput Laut di Laut. Jakarta

Evalia, Gumbira, S dan Rita,N,S. 2012. Strategi Pengembangan Agroindustri Dan Peningkatan Nilai Tambah Gambir Di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat. 9(3).

Heti, Indriani, dan Emi Sumiarsih. 2003. Rumput Laut Budi Daya Pengolahan dan Pemasaran. Jakarta. Penebar Swadaya

Http://informasi34.blogspot.co.id/2008/12/teori-teori-pertanian.html, diakses tanggal 08 maret 2017.

Http://www.definisi-pengertian.com/2015/05/pengertian-konsep pengembangan.html, Diakses tanggal 20 desember 2016.

Ikhsan S, et al (2012). Strategi Pengembangan Kawasan Minapolitan Rumput Laut Di Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng.

Indriani,H. dan Sumiarsih,E. 1999. Budidaya, Pengolahan Dan Pemasaran Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kementrian Perdagangan. 2013. Analisis Peran Lembaga Pembiayaan Dalam Pengembangan UMKM. Jakarta.

Kodoatie, R.J. 2003. Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Moebyarto, 1997, Pengantar Ilmu Pertanian, LP3ES-UGM, Yogyakarta.

Poncomulyo.,Dkk.2008. Budidaya Dan Pengolahan Rumput Laut. Agro Media Pustaka.Jakarta.

Rianse, U., Abdi. 2009. Metodologi Penelitian Sosial Dan Ekonomi (Teori Dan Aplikasi). Alfabeta. Bandung.

Santoso. Didik, W. dan Arfinsyah, H, A. 2015. Strategi Pengembangan Rumput Laut Di Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. 12(1): 2087-3484

Sediadi A. & Utari B, 2000. Rumput Laut Proyek Sistem Informasi Iptek Nasional Guna Menunjang Pembangunan. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

Soeharjo, A. dan D. Patong. 1984. Sendi-Sendi Pokok Ilmu Usahatani. Lembaga Penerbit Unhas. Ujung Pandang.

Soekartawi, 1996, Manajemen Usahatani, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Soekartawi, 1995, Analisis Usahatani, Universitas Indonesia, Jakarta.

Sugiyono .2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi ( Mixes Methods). Alfabeta, Bandung.

Sugiyono, 2009. Metode penelitian (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D).Bandung: Alfabeta.

Sumarti, dkk. 2008. http//www.strategi dan peranan lembaga tani.com

Sunadji, Muhammad S, Tjahjono A, dan Riniwati H. 2014. Development Strategy of Seaweed Aquaculture Business in Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia.2 (1): 2166-0379.

Syahyuti,2003. Alternatif Konsep Kelembagaan untuk Penajaman Operasional dalam Penelitian Sosiologi. Forum Penelitian Agronomi. Jakarta.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.

Wunanews. 2016. http://www.wunanews.com/2016/10/budidaya-rumput-laut html, diakses tanggal 04 april 2017




DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jimdp.v3i1.6674

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by Department of Agribusiness - Halu Oleo University

© JIMDP, e-ISSN: 2527-2748 | DOI: Prefix 10.33772 and 10.37149 by Crossref

Creative Commons License is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats