Analisis Potensi Pengembangan Agribisnis Kedelai di Wilayah Lahan Kering Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat

Candra Ayu, Wuryantoro Wuryantoro, Muhammad Nursan

Abstract


Soybean is a strategic food in Indonesia whose needs continue to increase. However, efforts to increase local soybean production are still difficult due to the large number of imported soybeans entering. This fact has resulted in a decline in farmers' interest in soybean cultivation. In addition, programs to increase local soybean production are still focused on irrigated land, whose use is still competitive with corn and rice. Therefore, this study aims to 1) assess the production and socio-economic potential of soybean agribusiness, 2) determine the added value of soybean-based agroindustries, and 3) estimate the need for soybeans on an agro-industrial scale that makes farmers in the dry land of Central Lombok prosperous. This research was conducted for four months, starting from June to October 2020. The number of research respondents was 30 respondents who were selected by purposive sampling. The results showed that soybean productivity was 5.75 Ku / hectare and income was IDR 2,433,588.88 / hectare. The added value of the farming family for the tofu agroindustry is Rp. 7,989, and the Tempe agroindustry is Rp. 5,131. The minimum amount of soybean needed for the tofu and tempeh agroindustry or the farmer's family to be prosperous is 1,365.38 kg/capita/year. This improvement is expected to be an incentive to foster farmer interest so that soybean production can increase.


Keywords


added value; agroindustry; dry land; soybean

Full Text:

PDF

References


Ayu, C., & Wuryantoro. (2014). Adopsi Teknologi Budidaya dan Efisiensi Penggunaan Sarana Produksi Usahatani Kedelai di Kabupaten Lombok Barat.

Barokah, U. (2011). Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Kedelai di Kabupaten Sukoharjo. Sepa, 8(1), 9–13.

BPS Kabupaten Lombok Tengah. (2019). Kabupaten Lombok Tengah dalam Angka Tahun 2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Tengah.

BPS Provinsi NTB. (2019). Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Angka Tahun 2019. Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Departemen Pertanian RI. (2015). Pedoman Upsus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukung TA 2015-2017. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. (2010). Road Map Peningkatan Produksi Kedelai Tahun 2010-2014. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Hamid, E., & Susilo, Y. (2011). Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), 45–55.

Hayami Y, T, K., Y, M., & M, S. (1987). Agricultural Marketing and Processing in Upland Java.A Perspective from a Sunda Village. The CPGRT Centre.

Hidayat, A. F., & Muttalib, S. A. (2020). Analisis Nilai Tambah Produk Agroindustri Tempe Di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 8(2), 230–235.

Kementerian Pertanian. (2015). Keputusan Menteri Pertanian Repulik Indonesia. Kelompok Kerja Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai melalui Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kristiyanto, A. (2011). Penguatan Kebijakan Publik Usaha Pengentasan Kemiskinan Melalui Pengembangan Industri Mikro Olahraga. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 12(2), 200–211.

Malik, A. (2016). Prospek Pengembangan Sistem Usaha Agribisnis Kedelai di Provinsi Papua. Agros, 18(2), 113–125.

Mamondol, M. R. (2017). Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Tenaga Kerja Dan Modal Pada Usahatani Kedelai Di Kelurahan Pamona Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso. Jurnal ENVIRA, 2(2), 1–7.

Natzir, M. (2014). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.

Ningsih, I. M., Rini, D., & Suhartini. (2014). Analisis Efisiensi Ekonomis Usahatani Kedelai Dalam Rangka Mendukung Keanekaragaman Pangan (Kasus di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk). Habitat, 25(3), 183–191.

Nursan, M., & Septiadi, D. (2020). Penentuan Prioritas Komoditas Unggulan Peternakan di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Agribisnis Dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 5(1), 29–34.

Rante, Y. (2013). Strategi Pengembangan Tanaman Kedelai Untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaanan, 15(1), 75–88. https://doi.org/10.9744/jmk.15.1.75-88

Ridhanto, M. R., Muhlisin, & Nilasari, A. (2020). Strategi Pengembangan Agribisnis Kedelai Lokal Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Lombok Tengah. MEDIAGRO, 16(1), 23–35.

Saptana. (2012). Konsep Efisiensi Usahatani Pangan dan Implikasinya bagi Peningkatan Produkstivitas. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 30(1), 109–128.

Sari, P., Aimon, H., & E, S. (2014). Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi, Konsumsi dan Impor Kedelai di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi, 3(5), 1–28.

Styawan, F., Darwanto, D. H., & Waluyati, L. R. (2016). Permintaan Kedelai Pada Industri Rumah Tangga Tahu di Kabupaten Sleman. Agro Ekonomi, 27(215–232).

Sumodiningrat, G., Santosa, B., & Maiwan, M. (2019). Kemiskinan: Teori, Fakta dan Kebijakan. Penerbit Impac.

Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya.

Susilowati, E., Oktaviani, R., Arifin, B., & Y, A. (2013). The Decrease of Production of Indonesian Soybeans and Efforts to Ensure the Certainty of the Vagetable Protein Supply: a literature review. International Journal of Information Technology and Business Management, 9(1), 1–5.

Swastika, D. (2011). Membangun Kemandirian dan Kedaulatan Pangan untuk Mengantaskan Petani dari Kemiskinan. Pengembangan Inovasi Pertanian, 4(2), 103–117.

Wibowo. (2012). Manajemen Kinerja (3rd ed.). Rajawali Pers.

Zakaria, A. K. (2010). Program Pengembangan Agribisnis Kedelai Dalam Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani. Jurnal Litbang Pertanian, 29(4), 147–153.

Zakiah. (2012). Preferensi dan Permintaan Kedelai pada Industri dan Implikasinya Terhadap Manajemen Usahatani. Mimbar, 28(1), 77–84.




DOI: http://dx.doi.org/10.37149/jia.v6i2.16477

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo

© JIA, e-ISSN : 2527-273X | DOI : Prefix 10.33772 and 10.37149 by Crossref

Creative Commons License is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats